Lokasi / Beranda / Wisata / Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan
Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan

Jalan rusak tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah besar di Provinsi Lampung. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku hampir selalu menerima keluhan serupa setiap kali berkunjung ke Lampung.
Menurut Gibran, persoalan infrastruktur, terutama jalan, menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan masyarakat karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga.
"Saya kalau ke Lampung pasti keluhannya itu, jalan. Nanti masalah infrastruktur, masalah singkong dan lain-lain, kami konsultasikan lagi ke pimpinan ya, biar mendapatkan atensi khusus untuk Lampung ini," kata Gibran saat berdialog dengan warga dan petani di Dusun III, Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).
Ia mengatakan, persoalan jalan tidak seharusnya menjadi ajang saling menyalahkan antara pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Sebab, setiap daerah memiliki keterbatasan kemampuan fiskal untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
"Masalah jalan, aspal, ini saya kira tidak perlu lempar-lemparan ke gubernur atau bupati. Ini kan masing-masing daerah memang ada keterbatasan anggaran, keterbatasan fiskal," ujarnya.
Karena itu, Gibran memastikan pemerintah pusat akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan ruas-ruas jalan yang dinilai penting bagi aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, jalan yang menopang distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat akan menjadi prioritas untuk diperbaiki.
"Nanti kami coba usahakan agar titik-titik jalan yang memang diperlukan untuk diperbaiki, terutama yang menopang kegiatan ekonomi, akan kami prioritaskan," ucapnya.
Keluhan mengenai infrastruktur tersebut juga ditemui Gibran saat meninjau Jembatan Way Bunut di Kecamatan Way Bungur. Jembatan yang mangkrak sejak 2016 itu sempat menjadi sorotan publik karena warga dan pelajar terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi keterbatasan akses akibat belum rampungnya pembangunan jembatan tersebut.
Gibran memastikan pembangunan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam dua pekan sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, pembangunan jembatan permanen akan dilakukan setelah proses koordinasi dengan pemerintah daerah terkait persoalan teknis dan pembebasan lahan rampung.
"Jembatan daruratnya dua minggu lagi jadi. Jembatan permanennya juga akan segera dibangun, tapi yang namanya pembangunan tentu membutuhkan sinergi dengan kepala daerah," katanya.
Kunjungan Gibran ke Lampung Timur kali ini juga diwarnai sejumlah aspirasi lain dari masyarakat, mulai dari persoalan harga singkong hingga kebutuhan sarana pertanian.
Seluruh masukan tersebut, kata dia, akan dibawa ke pemerintah pusat agar mendapatkan perhatian khusus dalam upaya percepatan pembangunan di Provinsi Lampung.
Sebelumnya — Kejari Tangsel Setor Uang Rampasan Rp 14,2 Miliar Kasus Pinjol ke Kas Negara
Selanjutnya — Terungkap Peran 2 Tersangka Wanita Terkait Tewasnya ASN BPN Nias di Apartemen Medan
Artikel Terkait
- Strategi Timnas Voli Putra Indonesia Lawan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
- Jadwal China Open 2026 Hari Ini: 5 Wakil Indonesia Turun Bertanding
- Dana Asing hingga MSCI Jadi Penentu Arah IHSG di Semester II-2026
- Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
- Polda Sumsel Resmi Mengawali Pendidikan Bintara Polri, Diikuti 131 Siswa
- Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Jaksel, Diawali Curiga Istri
- Temuan BPK, Belasan Tahun Tak Ada Retribusi dari Lapak Taman Kyai Langgeng Magelang
- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Pimpin IMI Riau Periode Ke-4
