Lokasi / Beranda / Otomotif / Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"
Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"

Terakhir, kasus serupa terjadi di Kabupaten Bangkalan yang melibatkan penyekapan serta ancaman celurit oleh 3 orang pelaku terhadap korban anak.
Merespons situasi darurat tersebut, Khofifah menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat beserta pemangku kepentingan harus saling menguatkan sinergi guna memberikan perlindungan menyeluruh serta pendampingan psikologis bagi anak di bawah umur.
"Peran orangtua nomor satu. Untuk mendeteksi perubahan perilaku anaknya," kata Khofifah memberikan penekanan.
Pentingnya "Parenting" dan Deteksi Dini Perilaku Anak
Khofifah menjelaskan, setiap riak perubahan sekecil apa pun pada diri anak idealnya harus bisa terdeteksi sejak awal oleh lingkungan keluarga terdekat, terutama menyangkut pola perilaku keseharian mereka. Atas dasar itulah, penguatan edukasi pola pengasuhan (parenting) dinilai mendesak untuk terus digalakkan.
Di samping faktor pengasuhan, Khofifah menegaskan bahwa pembatasan akses serta pengurangan durasi penggunaan gadget menjadi kunci krusial yang tidak boleh diabaikan oleh para orangtua terhadap anak-anak yang belum cukup umur.
"Hampir semua, di dunia sepakat akses gadget pada anak di bawah umur sangat dikurangi," ujarnya menerangkan kesepakatan global tersebut.
Sekolah di Jatim Wajib Sediakan Loker Khusus Gawai
Sebagai langkah nyata intervensi di sektor pendidikan formal, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengaku telah menerbitkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Timur untuk menyediakan fasilitas tempat penyimpanan khusus gawai di area sekolah.
Regulasi penataan ini dimaksudkan agar fokus konsentrasi para siswa selama menyerap materi pelajaran di dalam kelas tidak terdistraksi oleh konten luar.
"Saat siswa mau masuk kelas, harus disediakan tempat gadget bagi mereka," kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.
Ia menggarisbawahi bahwa selama jam proses belajar mengajar berlangsung, seluruh siswa dilarang keras memegang atau mengaktifkan gawai pribadi mereka di dalam kelas.
"Tidak boleh di bawah siswa masih ada gadget. Ini harus terus dikawal, harus terus diawasi oleh masing-masing sekolah," ucap Khofifah menutup arahannya.
Sebelumnya — Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka
Selanjutnya — Pelaku Utama Penyekap dan Penganiaya Wanita di Bekasi Ditangkap!
Artikel Terkait
- Pemkab Buleleng Berencana Gabung 4 Sekolah demi Efektivitas Pendidikan
- Air Bersih di Kelapa Gading Jakut Mengalir Kecil Hari Ini? PAM Jaya Ungkap Penyebabnya
- Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
- Beredar Kabar Adanya Pemutihan Pajak Motor Gratis 2026 di Jabar, Polres Indramayu: Informasi Hoaks!
- Jejak Pemain Barcelona Juara Piala Dunia, Siapa Berikutnya?
- Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
- Pod Getar Mulai Beredar di Kabupaten Bogor, Kasus Perdana di Perumahan Elite
- Permukiman Rorotan Jakut Dikepung Depo Kontainer, Cermin Gagalnya Penataan Ruang Kota
