Lokasi / Beranda / Kesehatan / Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN
Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN

Wisata bahari Banyuwangi jadi perhatian
Ia menilai praktik yang diterapkan Banyuwangi dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia maupun negara-negara peserta forum untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan dalam pengelolaan wilayah pesisir.
"Apa yang dilakukan Banyuwangi menjadi contoh baik bagi daerah-daerah lain di Indonesia, dan juga negara-negara yang hadir dalam forum ini, kami juga bisa saling bertukar pengalaman dan pikiran," katanya.
Dok. Bangsring Underwater Pengelola Bangsring Underwater membenahi fasilitas destinasinya, Senin (23/8/2021)
Duta Besar Selandia Baru untuk ASEAN, Joanna Anderson, mengapresiasi pendekatan Banyuwangi dalam mengembangkan sektor kelautan.
Ia menyebut Selandia Baru memiliki banyak kesamaan dengan Banyuwangi, terutama karena sama-sama memiliki masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada hasil laut, baik untuk ketahanan pangan maupun sektor pariwisata.
"Jadi, saya melihat banyak kesamaan antara Selandia Baru dan Banyuwangi, dan saya rasa acara ini sangat tepat, dan kami bisa saling belajar satu sama lain," kata Joanna.
Kesamaan tersebut dinilai membuka peluang bagi kedua pihak untuk saling belajar mengenai pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Baca juga: Baca juga:Pengelolaan laut berbasis masyarakat
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik penyelenggaraan ASEAN-ID Blue di daerahnya.
Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pengelolaan potensi kelautan mengingat Banyuwangi memiliki garis pantai yang panjang serta kekayaan sumber daya bahari.
Model pembangunan yang diterapkan Banyuwangi menggabungkan konservasi lingkungan, pengembangan wisata bahari, sektor perikanan, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Pendekatan ini menjadi salah satu alasan Banyuwangi mendapat perhatian dunia.
Baca juga: Baca juga:Delegasi kunjungi destinasi bahari Banyuwangi
Selama forum berlangsung, para delegasi dari berbagai negara tidak hanya mengikuti diskusi mengenai ekonomi biru, tetapi juga mengunjungi sejumlah destinasi bahari unggulan di Banyuwangi.
Beberapa lokasi yang menjadi tujuan kunjungan antara lain Kampung Nelayan Merah Putih dan Bangsring Underwater.
Kedua kawasan tersebut menampilkan contoh pengelolaan wisata bahari yang mengutamakan konservasi laut sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Baca juga: Baca juga:Sebelumnya — HUT Ke-344 Bandar Lampung, Sekjen Kemendagri Ajak Perkuat Ekonomi Daerah
Selanjutnya — Pasar Kripto Bergerak Datar, Futures jadi Pilihan Alternatif Strategi
Artikel Terkait
- Pria di Jakut Tergeletak Bersimbah Darah Usai Dibacok Begal Pakai Gancu
- Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
- Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang
- Hampir 50 Tahun Tinggal di Rumah Warisan, Nurbaeti Terpaksa Angkat Kaki Kena Eksekusi Lahan di Pangandaran
- Mulai 2027, Pemprov Jatim Bidik Pelebaran 20 Km Jalan Provinsi per Tahun
- Harga dan Cara Beli Tiket Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026
- Alami Disfungsi Saluran Eustachius, IU Batalkan Konser dan Rilis Album
- "Suami Saya Berangkat dan Pulang Kerja Enggak Mandi", Cerita Warga Koceak Tangsel Dilanda Kekeringan
